Everton Dapatkan Winger Muda Barcelona

»,,,,, || 1 komentar

Everton Dapatkan Winger Muda Barcelona

Everton mendapatkan tanda tangan dari winger muda Barcelona Gerard Deulofeu. Pemuda berusia 21 tahun itu menandatangani kontrak selama tiga tahun dengan biaya enam juta euro untuk berada di Goodison Park.

Musim lalu, Deulofeu dipinjamkan Barcelona ke Sevilla dan menjadi bagian dari tim itu meraih trofi Liga Europa. Ia bermain 17 kali di liga, mencetak satu gol, dan enam assists untuk Sevilla. Selain itu Deulofeu juga bermain enam kali, mencetak dua gol, dan dua assists di Piala Raja.

Di Liga Europa, Deulofeu bermain sebanyak lima kali dan menyumbang dua assists.

Sebelumnya pria didikan La Masia--akademi sepak bola Barcelona--itu dipinjam Everton pada musim 2013-14. Ia bermain sebanyak 29 kali dan mencetak tiga gol.

"Gerard tak perlu diperkenalkan kembali kepada siapapun di sini di Everton, bagi kami semua telah mengenal bakat luar biasa sepak bolanya," tukas Manajer Everton Roberto Martinez seperti dikutip dari situs resmi klub itu.

Bagi Martinez, Deulofeu merupakan seorang pemain muda berbakat dan berkarakter hebat.

"Dia akan menjadi aset yang fantastis bagi klub kami," ujar Martinez.

Barcelona sendiri tidak melepaskan Deulofeu dengan cuma-cuma. Dalam proses transfer itu ada klaulus di mana Barcelona akan menjadi prioritas ketika ingin membeli kembali dalam dua tahun pertama. Selain itu Barcelona juga memiliki hak prioritas untuk menolak ketika Everton bermaksud menjual Deulofeu.

Deulofeu adalah pemain kedua Everton yang didatangkan pada musim panas ini setelah mendapatkan gelandang Tom Cleverley dari Manchester United dengan status bebas transfer.

Menpora Evaluasi Cabor yang Gagal di SEA Games

»,,, || Leave a komentar

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berharap ke depannya pertemuan antara PP dan PB cabang olahraga dengan KONI, KOI, serta seluruh stakeholder lebih intim. Pada Kamis 25 Juni 2015, Menpora bersama KONI, KOI, dan Satlak Prima melangsungkan evaluasi terhadap hasil dan prestasi beberapa cabor di SEA Games 2015 lalu.

"Ini merupakan model baru yang kami terapkan, karena evaluasi memang harus dilakukan menyeluruh dan mendetail. Ini pun menurut saya belum terlalu detail, saya harap ke depan ada forum yang lebih terbuka," ujar Menpora, Imam Nahrawi, di Wisma Kemenpora, Kamis (25/6/2015).

Pada SEA Games 2015 lalu, Indonesia hanya mampu finis di posisi lima klasemen perolehan medali. Hasil ini membuat beberapa cabor yang gagal meraih target mendapat evaluasi dari Kemenpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima.

"Pertemuan ini lebih diharapkan pada terciptanya keterbukaan, sehingga tidak ada yang disembunyikan dari masing masing pihak. Saya ingin menarik benang merah, harus ada kebijakan mendasar yang lebih kuat dalam hubungan stakeholder."

Menpora Evaluasi Cabor yang Gagal di SEA Games

Imam Nahrawi juga berharap ada keselarasan antara KONI dan KOI di masa mendatang. Ia ingin tidak ada tumpang tindih kewenangan.

"Saya senang dengan adanya pemikiran untuk penyatuan dari KONI dan juga KOI. Ini merupakan sebuah terobosan baru yang luar biasa, semoga ini bisa berlanjut menjadi sesuatu yang nyata," ujar Imam Nahrawi. "Saya kira harus didukung wacana ini, agar nantinya tidak ada tumpang tindih. Saya senang karena ada komitmen dari Ibu Rita dan Bapak Tono untuk kembali duduk semeja."

Pada acara yang diselenggarakan di Wisma Kemenpora tersebut, sebanyak 11 cabor berprestasi di SEA Games 2015 menerima penghargaan. Masing masing cabor termasuk ketua kontingen, Taufik Hidayat, menerima Rp 200 juta.

Menebak Usia Messi Gantung Sepatu

»,,,, || Leave a komentar


Menebak Usia Messi Gantung Sepatu

Lionel Messi baru menginjak 28 tahun, namun tentunya menarik untuk melihat pada usia berapa Messi nantinya gantung sepatu dan mengakhiri karier sepakbolanya. 

Messi terlahir untuk bermain sepakbola. Begitulah satu kalimat yang pas untuk mewakili kisah hidup Messi dalam 28 tahun ini.

Kehidupan Messi benar-benar untuk sepakbola. Ia rela untuk pergi jauh dari Argentina, demi sepakbola dalam usia yang masih kecil.

"Saya selalu berkata bahwa saya ingin jadi pesepakbola profesional dan saya sejak awal mengetahui bahwa saya harus banyak melakukan pengorbanan."

"Saya melakukan pengorbanan dengan meninggalkan Argentina, meninggalkan keluarga dan memulai hidup baru."

"Semua itu saya lakukan demi sepakbola, demi menggapai mimpi saya," ujar Messi.

Dan kecintaan Messi pada sepakbola itulah yang mengantar Messi bisa sampai posisinya saat ini sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola.

Messi selalu bermain dengan penuh motivasi, ambisi, semangat untuk tampil lebih baik dan membawa timnya memenangkan pertandingan.

Messi tak pernah banyak berpikir soal nilai kontrak dan uang karena baginya bermain sepakbola adalah kebahagiaan yang tak bisa tergantikan.

"Uang bukan faktor penentu motivasi. Saya sudah sangat gembira jika ada bola di kaki saya."

"Motivasi yang muncul dalam diri saya selama ini adalah lantaran saya memainkan permainan yang sangat saya sukai."

"Jika saya tidak mendapatkan bayaran sebagai seorang pemain profesional, maka saya tetap akan bermain tanpa berharap apapun," kata Messi.

Mundur Saat di Puncak Karier

Gambaran-gambaran perkataan Messi jelas menunjukkan betapa dirinya begitu mencintai sepakbola.

Dan hal itu pula yang kemudian bakal menentukan usia yang tepat bagi Messi untuk gantung sepatu dari dunia sepakbola ini.

Jika Messi ingin dunia merasakan kehilangan yang besar akan dirinya, maka Messi bisa memilih gantung sepatu saat dirinya masih berada di puncak kariernya.

Andai Messi mampu membawa Argentina jadi juara Piala Dunia 2018, saat itu Messi berusia 31 tahun, maka itu adalah waktu yang paling tepat bagi Messi untuk undur diri dari panggung sepak bola.

Saat ini, hanya gelar Piala Dunia yang dinanti oleh publik terhadap Messi. Bila Messi mampu menuntaskan ambisi tersebut di Rusia, maka perjalanan hidupnya di sepak bola sudah lengkap.

Pasalnya di level klub, Messi sudah meraih segala penghargaan yang bisa didapat oleh seorang pemain sepakbola.

Mundur Saat Tak Lagi Berguna

Messi sudah mendapatkan tempat reguler di tim utama Barcelona sejak usia belasan tahun. Sulit membayangkan melihat Messi ada di bangku cadangan dengan alasan ia kalah bersaing dengan pemain lainnya.

Selama ini Messi hanya akan duduk di bangku cadangan bila ia kurang fit ataupun lantaran pertandingan tak lagi menentukan sehingga Messi ditarik keluar untuk beristirahat.

Namun lambat laun, masa tersebut pasti akan datang. Kecepatan Messi tidak selamanya ada di level teratas. Gerakannya akan melambat dan tak mampu lagi mengikuti kehendak otak dan visi permainannya.

Barcelona pun pastinya bakal memiliki bintang baru, entah itu mereka yang promosi dari akademi junior mereka ataupun bintang-bintang baru yang bisa dibeli Barca dengan kekuatan finansial mereka.

Mungkin di usia 34-35 tahun, pendukung Barcelona akan mulai melihat duduknya Messi di bangku cadangan sebagai sebuah pemandangan yang jamak.

Pada momen itu kemudian keteguhan hati Messi diuji. Apakah ia memilih untuk pergi dari Barcelona untuk mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak.

Saat ini sulit membayangkan hal tersebut terjadi, namun Raul Gonzalez dan Real Madrid pun pernah membuktikannya.

Raul yang begitu identik dengan Madrid pada akhirnya memilih untuk pergi dari Madrid karena tak ingin jadi penghangat bangku cadangan semata.

Xavi Hernandez di Barcelona musim ini bisa jadi contoh teranyar. Pintu Barcelona selalu terbuka untuk Xavi namun tidak demikian halnya dengan kepastian di tim utama.

Hal ini pula yang bakal dialami Messi. Barcelona tidak akan pernah membuang Messi namun Messi juga tak bisa menuntut untuk selalu berada di tim utama.

Dalam momen ini, bila Messi benar-benar ingin mengakhiri karier di Barcelona, maka usia 34-35 tahun bakal jadi usia yang tepat untuk undur diri.

Semusim lebih sering jadi pemain cadangan sudah bisa jadi pengingat Messi untuk segera mengambil keputusan untuk undur diri.

Mundur Setelah Bersenang-senang di Belahan Dunia Lainnya

Bila pada akhirnya Messi mengambil jalan seperti yang pernah diambil oleh Raul atau Xavi, maka melihat Messi bermain hingga mendekati usia 40 tahun bukanlah sebuah hal yang mustahil.

Dengan sisa-sisa sihirnya, Messi pasti masih mampu memukau saat tampil di kompetisi lain macam Liga Qatar, MLS, atau bahkan Liga Argentina sendiri.

Jalan apapun yang dipilih Messi nantinya, pamitnya Messi dari dunia sepakbola akan jadi salah satu hari yang paling diingat oleh publik dunia.

Lambaian tangan Messi bakal mengapungkan kembali kehebatan-kehebatan yang pernah dilakukan sepanjang karier Messi dan gambaran bahwa hal itu akan sulit dipatahkan hingga bertahun-tahun mendatang.

Namun memang, seremoni pensiun Messi akan lebih berkesan jika dilakukan di Camp Nou, di tempat dimana ia besar bersama Barcelona. Messi pamit di tengah lautan warna Merah-Biru dan tak lagi bermain sepakbola setelahnya.

Pelajaran Berharga Dari Pertandingan Tenis

»,,,,, || Leave a komentar

Pelajaran Berharga Dari Pertandingan Tenis

Jose Mourinho, Manajer Chelsea, telah mengambil pelajaran berharga saat menonton final tenis The Queens's Club yang mempertemukan Andy Murray berhadapan dengan Kevin Anderson di London, pada Minggu (21/6/2015).

Meski Mourinho berprofesi sebagai pelatih sepak bola, namun ternyata Mourinho sanat suka menyaksikan pertandingan tenis, baik itu secara langsung maupun melalui layar televisi. Menurutny, para petenis dapat memberikan pelajaran berharga yang dapat dibawanya ke dalam permainan sepak bola.

"Saya sungguh menyukai olahraga ini. Saya sangat menghormati para petenis. Tidak cukup hanya memiliki fisik dan teknik. Mungkin, terpenting adalah faktor mental," kata Mourinho.

"Perseorangan berkompetisi tentu lebih sulit ketimbang olahraga tim. Petenis pria ataupun wanita bertanggung jawab atas kesuksesan di lapangan, pun dengan kegagalan. Saya belajar dari olahraga tenis untuk kemudian membawanya ke dalam sepak bola," lanjut Mourinho.

Dalam waktu dekat, kejuaraan Grand Slam Wimbledon akan digelar di London, Inggris. Pertandingan tersebut bertepatan dengan persiapan pramusim Chelsea. Akan tetapi, Mourinho mengaku tetap dapat menikmati Wimbledon, meski tidak secara langsung.

"Sulit bagi saya untuk menonton langsung pertandingan besar, bahkan Wimbledon. Namun, saya tipe orang rumahan pada akhir pekan. Saya bisa menonton melalui televisi selama tiga sampai empat jam. Wimbledon lebih penting ketimbang final grand slam lainnya. Wimbledon sangat spesial," ujar Mourinho.

Source : Aisha News

Abidal Berpeluang Jadi Direktur Olahraga Barcelona

»,,,, || Leave a komentar

Abidal Berpeluang Jadi Direktur Olahraga Barcelona

Joan Laporta, mantan Presiden Barcelona, berjanji akan menunjuk mantan pemain belakang El Barca, Eric Abidal, sebagai Direktur Olahraga jika dirinya dipercaya kembali menjadi Presiden Barcelona.

Pria berusia 52 tahun yang pernah menjabat sebagai Presiden Barcelona pada tahun 2003 sampai 2010 lalu, kembali maju sebagai calon orang nomor satu di tubuh tim asal Catalan tersebut pada pemilihan bulan depan.

“Dia (Abidal-red) adalah sosok yang luar biasa. Dalam proyek ini ia telah menunjukkan motivasi dan kegembiraan yang sangat menakjubkan. Dia akan menjadi sutradara dalam sepak bola Barcelona,” ujar Laporta menyanjung Abidal seperti dilansir dari Sports Mole.

Eric Abidal pernah berseragam Barcelona dari tahun 2007 hingga 2013 termasuk ketika Laporta masih menjabat sebagai Presiden klub. Abidal kala itu direkrut Barcelona dari Lyon dengan harga 9 juta Pounds.

Namun menjelang masa baktinya bersama Azulgrana berakhir, Abidal mengalami kanker hati yang kemudian memaksanya untuk menjalani transplantasi hati.

Dembele Geser Posisi Obi Mikel?

»,,,,, || Leave a komentar

Dembele Geser Posisi Obi Mikel?

Chelsea terus bergerak untuk mendapatkan tenaga baru untuk mempertahankan mahkota Premier League sekaligus meningkatkan kekuatan. Apabila dalam beberapa pekan terakhir ini kedatangan Falcao dan kepergian Petr Cech menjadi bahan pembicaraan, kali ini giliran John Obi Mikel yang menjadi sasaran.

givemesport.com telah mengabarkan jika bulan depan pemain tengah yang juga menjadi andalan tim nasional Nigeria itu akan hengkang dari Stamford Bridge. Dan menurut The Sun, Chelsea tengah  memburu gelandang Tottenham Hotspur, Mousa Dembele.

Diincarnya pemain 27 tahun itu karena memang Mourinho tidak menginginkan pemain tengah bertipikal kreatif. Dan nilai transfer yang dipatok Spurs atas pemainnya itu yang senilai 12 juta poundsterling, juga berada dalam jangkauan Chelsea.

Musim kemarin Obi Mikel hanya tampil dalam 13 pertandingan di semua kompetisi dan disebut menjadi target transfer klub Turki, Fenerbahce. Sedangkan hal yang tidak jauh berbeda juga dialami Dembele, di mana ia hanya 10 kali turun sebagai starter dari 38 laga Premier League 2014-15.

Bila memang benar Dembele jadi direkrut Chelsea, ia tak akan banyak mengalami kesulitan dalam beradaptasi. London biru juga memiliki Thibaut Courtois dan Eden Hazard yang adalah rekan satu tim Dembele di tim nasional Belgia.

Dembele sendiri mempunyai 61 caps dengan lima gol sejak melakoni debut internasional di level senior bersama Rode Duivels di tahun 2006.

Wapres Minta ISL Tidak Molor

»,, || Leave a komentar

Wapres Minta ISL Tidak Molor

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL) 2015 tidak ditunda. Kalla mengaku sudah berbicara dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, mengenai pelaksanaan ISL ini. 

"Saya sudah bicara dengan Menpora agar jangan ditunda-tunda, harus jalan," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (1/4/2015). 

Kalla menerima kedatangan tim sinergi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pagi tadi. Kalla mengatakan bahwa pemerintah siap untuk mendukung pelaksanaan ISL. 

Kendati demikian, Kalla yang juga mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Makassar ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlalu jauh mencampuri urusan liga. "Pemerintah tugasnya mendukung, tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan internal liga dan macam-macam. Tugas pemerintah tu mengayomi, melindungi, bukan mengatur-atur segala," tutur dia.

Pelaksanaan ISL kembali dijadwalkan pada 4 April mendatang setelah batal dimulai pada 20 Februari lalu. Kompetisi ISL molor karena sejumlah klub belum melengkapi syarat verifikasi liga.

Selain menyinggung masalah ISL, pertemuan Kalla dengan tim sinergi PSSI juga membahas strategi PSSI ke depannya. Kepada PSSI, Kalla meminta agar prestasi persepakbolaan Indonesia bisa ditingkatkan.

"Jangan kita selalu dikalahkan oleh tim-tim yang tidak terlalu kuat. Itu tadi intinya, jadi mencari solusi. Jadi semua sudah pernah dicoba, tinggal kita mencari apa yang terbaik yang harus dilakukan bersama-sama," ujar Kalla.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menyampaikan bahwa pelaksanaan ISL tergantung rekomendasi Badan Profesional Indonesia (Bopi). "Kita harap seluruh jadwal dengan 18 klub bisa sesuai. Kalau kick off tanggal 4 sudah ditetapkan PSSI dan Liga Indonesia, prosedur untuk pertandingan ada proses perizinan, jadi kewenangan polisi. Salah satu itu rekomendasi Bopi, bukan kewenangan kami," kata Joko.

Adapun Bopi merupakan badan yang dibentuk oleh Kemenpora untuk mengawasi berlangsungnya kompetisi profesional semua cabang olahraga. Bopi akan memberikan rekomendasi kepada kepolisian untuk memberikan izin keramaian agar pertandingan-pertandingan sepak bola bisa terlaksana. Joko juga mengatakan bahwa PSSI telah memenuhi persyaratan yang diminta Bopi.
 
|January»|»February»|»March»|»April»|»May»|»June»|»July»|»August»|»September»|»October»|»November»|»December|